Senin, 06 Februari 2017

Bahaya Tidur Dengan Kondisi Smartphone Menyala Bagi Kesehatan Tubuh

Telpon yang kian canggih melahirkan gejala adiktif. Banyak orang tidak dapat lepas menatap layarnya, pun sampai memasuki tidur. Berhati-hatilah mengaplikasikan telpon seluler sebelum tidur dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan.

Sebuah penelitian di Inggris menyuarakan, 90% pengusaha telpon seluler yang berusia 18-29 tahun mengaku tak jarang tidur dengan telpon seluler di sisi mereka. Dan 1 dari 4 orang tak mematikan dering telpon seluler ketika hendak tidur. Sehingga seringkali terbangun sebab ponselnya berbunyi. Malah 1 dari 2 orang pengguna telpon seluler mengaku, bila mereka tiba-tiba terbangun di tengah malam, yang pertama kali mereka lakukan yaitu mengecek telpon seluler.

Kedengaranya tidak asing kan? Apakah mungkin termasuk anda, mulai kini sebaiknya kita lebih arif mengaplikasikan telpon seluler. Karena, perilaku candu mengaplikasikan telpon seluler sampai memasuki tidur rupanya dapat memunculkan beraneka risiko kesehatan, termasuk juga memicu stress.

Ponsel dan Gangguan Tidur

Secara jasmani dan mental segala orang membutuhkan waktu “pause” atau stop sebentar dari aktivitas utamanya. Untuk tidur, setidaknya kita butuh 6 jam per hari. Tetapi, para pengguna telpon seluler cenderung menyampingkan hal ini.

Pertama, mereka susah relaks memasuki tidur sebab terus-menerus mengaplikasikan telpon seluler. Paparan cahaya monitor selama 2 jam saja cukup untuk menekan produksi hormone melatonin yaitu hormon yang diproduksi secara natural oleh tubuh, berfungsi menstimulasi rasa kantuk dan penting dalam menjaga siklus tidur kita.

Selama mata masih terpapar dengan sinar telpon seluler, selama itu dia menginfokan otak supaya konsisten terjaga. Artinya, terlalu banyak menatap layar monitor malah dapat membikin kita susah mengantuk.

Kedua, telpon seluler yang terkoneksi dengan dunia online membikin akun surel, chatting, ataupun media sosial kita konsisten aktif sepanjang waktu, dan suara notifikasinya dapat menggangu tidur kita di tengah malam, dalam sebuah jurnal, Michael Gradisar, Peneliti asal Flinders University mengatakan bahwa pengaplikasian perangkat elektronik yang aktif, seperti telpon seluler dan video game, lebih meningkatkan kewaspadaan dan menganggu cara kerja tidur disbanding perangkat elektronik yang pasif (televise dan radio)

Para pengguna telpon seluler umumnya lebih sensitive mendengar suara telpon seluler, sehingga mereka amat gampang terbangun dan mengecek ponselnya di tengah malam. Jikalau telah demikian itu, kwalitas tidur tentu akan menurun dan dapat berpengaruh buruk pada kesehatan.

Tidur yang dianggap terbaik yaitu layak dengan melodi sirkadian bumi yakni sebelum pukul 24.00 dan bangun sebelum sang surya terbit. Kalau terjadi defisit tidur berkepanjangan, karenanya yang terjadi yaitu penurunan tenaga bendung dan rentan mengalami beraneka penyakit.

Kurang tidur kerap kali dianggap problem remeh, tapi bagi remaja yang masih di dalam masa pertumbuhan, kurang tidur dapat berpengaruh buruk pada kesehatan jasmani dan perkembangan kognitif-nya. Sebuah penelitian juga menceritakan bahwa seseorang yang waktu tidurnya kurang dari 6 jam per hari berisiko dua kali lebih tinggi terkena serangan jantung.

Apalagi apabila kita tak jarang mengaplikasikan telpon seluler sesudah lampu kamar tidur kita matikan. Dengan kata lain, ketika itu kita memaksa otot mata berprofesi lebih keras untuk menatap layar telpon seluler dalam ruangan gelap dan dengan posisi meringkuk. Kesudahannya bukan cuma memicu kerusakan pada mata, melainkan juga dapat menyebabkan kerutan halus di sekitar mata.

Tidur Lelap Tanpa Ponsel

Hening dan rileks. Bersihkan badan dan daerah tidur, bila perlu nyalakan lilim aromaterapi supaya kita merasa nyaman.

  • Berwudhu lalu baca doa sebelum tidur
  • Matikan dahulu si telpon seluler jago. Atau apabila anda membutuhkannya sebagai alarm di pagi hari, setel mode silent pada telpon seluler sehingga segala pesan, panggilan masuk, dan notifikasi surel tak akan menggangu waktu tidur anda, dengan demikian itu, anda dapat tidur lelap.

Salah satu petunjuk seseorang telah menerima rehat yang cukup yaitu dia dapat terbangun di pagi hari dalam keadaan segar. Nah, sudahkah anda merasa cukup tidur dan bangun segar? Seandainya belum, sepertinya anda sepatutnya lebih arif melihat imbas telpon seluler kepada kwalitas tidur anda dan menjauhkan gadget dari jangkuan tiap memasuki tidur.